Cara Profit Maksimal Dari Investasi Emas

Dalam beberapa kesempatan, misalnya di video berikut ini yang dibuat pada tanggal 24 Agustus 2024, penulis sudah menyampaikan bahwa harga emas dunia, yang ketika itu naik signifikan ke posisi $2,500, kemungkinan masih bisa lanjut naik sampai tembus $2,900 – 3,000 per oz. Dan ternyata benar hari ini harga emas bahkan sudah mencapai $3,100 per oz, dan alhasil sekarang ini investor ramai-ramai membeli emas/logam mulia untuk tujuan investasi. However, bagaimana kalau penulis katakan bahwa anda justru akan rugi jika membeli emas dalam bentuk fisik perhiasan/logam mulia?

***

Mulai tahun 2025 Avere Investama meluncurkan channel Telegram US Stocks Copytrade di mana anda bisa mengikuti saham-saham apa saja yang kami beli dan jual di pasar saham US, lengkap dengan analisa serta strateginya, dengan modal awal Rp1 miliar. Untuk bergabung klik disini.

***

Yep, anda tidak salah baca, dan berikut penjelasannya: Jika anda beli emas dari toko perhiasan, atau Butik Emas Logam Mulia, atau www.galeri24.co.id milik PT Pegadaian, maka biasanya toko yang sama hanya mau membeli kembali emas yang anda beli tersebut pada harga yang lebih rendah, dengan spread (selisih) yang cukup besar yakni sekitar 6 – 10%. Contohnya ketika artikel ini diposting, harga jual emas 1 gram di Galeri 24 tercatat Rp1,823,000, sedangkan harga buyback-nya Rp1,678,000, atau lebih rendah -8.0%. Yang itu artinya, jika anda sekarang beli emas dari Galeri 24 lalu menjualnya kembali di hari yang sama, maka anda akan langsung rugi -8.0%.

Harga emas per hari ini, 3 April 2025. Sumber: https://galeri24.co.id/harga-emas

Sudah tentu, selisih harga di atas harusnya tidak jadi masalah jika anda beli emas ini untuk tujuan investasi jangka panjang, di mana jika anda beli emasnya enam bulan lalu ketika harganya masih di Rp1,200,000 per gram, maka sekarang anda akan tetap untung jika menjualnya pada harga Rp1,678,000 itu tadi. Tapi problemnya, kita tahu bahwa harga emas tidak selalu naik, melainkan bisa juga turun. Jadi bagaimana jika kita harus menjual ketika harga emas sedang turun? Bukankah itu akan bikin ruginya jadi lebih besar lagi? Dan bagaimana pula jika kita kebetulan butuh uang cepat sehingga emasnya harus segera dijual lagi, padahal harganya belum sempat naik? Intinya sih, sistem perbedaan harga beli dan harga buyback yang sangat tinggi ini hanya akan menguntungkan perusahaan perdagangan emas, namun sebaliknya merugikan investor yang membeli emas itu sendiri, di mana kita hanya akan profit jika harga emas naik minimal 8% dari harga yang kita bayar.

Itu yang pertama. Kedua, ketika anda membeli emas dalam bentuk emas batangan/logam mulia maka anda akan menerima logam mulia itu sendiri, sertifikat, serta kwitansi. Dan anda kemudian harus menyimpan logam mulia tersebut beserta surat-suratnya secara ekstra hati-hati, karena apa? Karena jika misalnya anda masih pegang emasnya tapi sertifikatnya hilang, maka emas yang anda miliki dianggap ilegal, dan anda tidak akan bisa menjualnya kembali. Atau kalaupun bisa tetap dijual, maka harganya akan jatuh. Sehingga dalam hal ini investasi emas menjadi berisiko tinggi. Terakhir ketiga, beberapa oknum toko emas terkadang tidak hanya membeli emas pada harga buyback yang lebih rendah, tapi mereka juga membeli emas pada harga yang lebih rendah dibanding harga patokan emas dunia atau harga emas Antam/UBS. Ini karena biasanya investor emas adalah masyarakat awam yang tidak terlalu mengerti perkembangan harga emas dunia, sehingga mereka hanya mengikuti apa kata toko.

Solusi: Investasi di ETF Emas

Kabar baiknya, jika anda membuka rekening di broker internasional yang biasanya digunakan untuk membeli saham US dan aset crypto/bitcoin, maka disitu juga anda bisa membeli exchange traded fund atau ETF, yakni semacam reksadana dimana dana kita akan ditempatkan di asset class tertentu, termasuk emas. Misalnya penulis menggunakan Interactive Brokers dan disitu kita bisa beli SPDR Gold Shares ETF (GLD), di mana harga GLD ini akan naik dan turun mengikuti harga emas dunia dalam mata uang US Dollar, dengan kenaikan dan penurunan yang nyaris identik. Contoh riil, dalam setahun terakhir harga emas sudah naik 37.5% dari $2,289 hingga $3,149 per oz. Sedangkan harga GLD? Juga naik 36.6% dari $213 ke $288 per unit. Anda bisa cek chart harga GLD disini.

Sehingga, kalau anda beli GLD ini setahun lalu dan berencana untuk menjualnya sekarang, maka anda akan profit 36.6%, bersih tanpa dikurangi selisih buyback yang 8% itu tadi (memang ada komisi broker tapi biasanya cuma 0.05% dari nilai transaksi, atau lebih rendah). Kemudian anda juga tidak perlu repot menyimpan emas, sertifikat, hingga kwitansinya, termasuk gak perlu berdebat dengan pihak toko soal harga emas sekarang berapa. Okay, lalu bagaimana kalau saya berencana untuk simpan saja GLD ini dan tidak akan menjualnya? Maka pihak SPDR Funds sebagai pengelola ETF-nya hanya akan memungut biaya sebesar 0.4% per tahun, yang akan otomatis dipotong secara berkala dari nilai investasi anda di GLD itu tadi. Untuk diketahui, SPDR Funds atau Standard and Poor’s Financial Services LLC merupakan perusahaan ETF terbesar di dunia berdasarkan nilai asset under management, dan merupakan bagian dari S&P Global Inc, perusahaan keuangan salah satu yang tertua di US yang sudah berdiri sejak tahun 1917.

And btw dengan menggunakan broker internasional, maka selain berinvestasi di ETF emas ini anda juga bisa berinvestasi di banyak asset class lain yang sangat menarik, seperti saham US, crypto, ETF saham, reksadana termasuk reksadana pasar uang Dollar, komoditas, hingga investasi di US Treasury (surat utang Pemerintah Amerika Serikat) seperti yang dilakukan oleh Warren Buffett. Nah, tapi karena tulisan kali ini sudah cukup panjang maka kita akan membahas itu semua di lain kesempatan.

***

Hingga akhir Maret, Avere mencatat kinerja profit +4.4% berbanding kinerja S&P 500 Index termasuk dividen -4.3%, dihitung sejak awal tahun 2025. Untuk melihat saham-saham apa saja yang kami beli dan jual di pasar saham US lengkap dengan analisa serta strateginya, join channel telegram USC disini.

Dapatkan postingan terbaru dari blog ini via email. Masukkan alamat email anda di kotak dibawah ini, lalu klik subscribe

Komentar

saibani mengatakan…
ada alasan mengapa sebagian orang lebih memilih investasi emas fisik, salah satu diantaranya adalah jual beli emas harus dilakukan secara tunai dalam syariat islam, maka emas dalam wujud digital (fisik disimpan di vendor/toko/pusat) tidak memenuhi kriteria tersebut sehingga menjadi riba.

ARTIKEL PILIHAN

Ebook Investment Planning Q4 2024 - Sudah Terbit!

Video Terbaru How to Invest in US Stocks - 2025

Prospek Saham Adaro Minerals Indonesia (ADMR): Better Than ADRO?

Live Webinar Value Investing in US Stocks, Sabtu 15 Maret 2025

Live Webinar Value Investing Saham Indonesia, Sabtu 5 April 2025

Prospek Saham BUMN Setelah Pembentukan Danantara

Mengenal Saham Batubara Terbesar, dan Termurah di BEI